Pembinaan Kesehatan Melalui Olahraga Kesehatan Seni Pernafasan SATRIA NUSANTARA (bag4)

Oktober 30, 2007 at 7:28 am 3 komentar

lanjutan dari bagian ketiga

Ketuaan dan penuaan

Masalah ini cukup relevan untuk dibahas, oleh karena diperkirakan lebih dari 50% Anggota LSP-SN yang aktif berlatih, berusia di atas 40 tahun.

Penuaan adalah proses biologik alami meliputi seluruh masa kehidupan mulai dari lahir, pertumbuhan dan perkembangan untuk mencapai kematangan pada usia + 30-35 tahun yang kemudian diikuti dengan kemunduran progresif dan gradual (bertahap) mengenai bentuk tubuh (Anatomi) maupun fungsinya (Fisiologi) akibat dari keausan sel yang terjadi selama proses kehidupan, yang akan berakhir dengan kematian. Akan tetapi kematian tidak selalu oleh karena ketuaan, dapat juga oleh karena infeksi atau stress/ruda-paksa yang tidak tertahankan oleh yang bersangkutan.

Beberapa tanda ketuaan yang bersifat progresif yang berkaitan dengan perlunya melakukan olahraga dan perlu diketahui meliputi :

#-Fisiologi ? Fungsi :
– Skelet :
– Flexibitas sendi menurun, sendi menjadi kaku.
– Sistem Saraf :
– Berkurangnya sensitivitas sensoris (rasa gerak)
– Melambatnya reflex dan reaksi
– Berkurangnya kemampuan koordinasi
– Melambatnya fungsi mental dan mental confusion (linglung, pikun)
– Gangguan pengendalian buang air kecil dan buang air besar
– Gangguan tidur.
– Sistem Kardio-vaskular :
– Tekanan darah meningkat – Denyut nadi istirahat meningkat
– Curah jantung maksimal menurun – Kapasitas fungsional menurun.
– Penyakit kardio-vaskular :
o Peny. Jantung iskemik / infark
o Stroke
– Sistem pernafasan (respirasi) :
o Bronkitis dan emfisema paru, terutama pada :
* Perokok
* Penduduk yang terpapar polusi udara secara menahun
* Pekerja di lingkungan berdebu.
– Sistem metabolisme :
– Diabetes mellitus – Hypothyroidie
– Hiperkolesterolemi – Obesitas
– Osteoporosis/Osteomalasia – Arthritis
– Asam urat tinggi – Anemi : – Penyebab tersering :
– Perdarahan kronis :
– Ca lambung/usus
– Hemoroid
– Kurang gizi/vitamin B12

#-Psikologi :
– Menarik diri dari pergaulan
– Depressi, kesepian, apatis
-.Mudah tersinggung
– Menurunnya :
– Rasa percaya diri – Minat kerja
– Nafsu sex – Status finansial

#-Lain-lain :
– Cenderung mudah celaka karena :
– Gangguan koordinasi yang disebabkan menurunnya :
o Reflex dan reaksi
o Sensitivitas sistem sensorik
o Flexibilitas
o Mental confusion.
– Munculnya penyakit-penyakit keturunan, penyakit Gaya Hidup dan keganasan :
– Peny. Kardiovaskular (peny, jantung-pembuluh darah)
– Penyakit metabolisme
– Keganasan : Kanker payudara, rahim, ovarium, prostat dll.
– Atrofi jaringan :
– elastisitas kulit menurun – kulit kendur dan keriput.
– jaringan lemak berkurang – perubahan wajah dan bentuk tubuh.

Osteoporosis

Osteoporosis adalah pengeroposan tulang yang disebabkan oleh karena berkurangnya kadar mineral (demineralisasi Ca2+) tulang, yang menyebabkan tulang menjadi rapuh.

Osteoporosis pada wanita berkaitan dengan berkurangnya hormon estrogen yang terjadi pada menopause, pada pria berhubungan dengan berkurangnya hormon androgen. Osteoporosis di Dunia Barat sudah merupakan epidemi. Indonesia akan menuju ke kondisi yang sama oleh karena pada tahun 2010 jumlah wanita menopause diperkirakan akan mencapai 35 juta orang (PR-Minggu 2 Sept 2001).

Osteoporosis disertai dengan meningkatnya kejadian fraktur (patah tulang) yang terutama mengenai spina (ruas tulang belakang), pergelangan tangan dan paha. Misalnya terjadinya kompressi fraktur spina yang menyebabkan terjadinya kyphosis (bongkok) disertai dengan nyeri punggung. Gejala ini meliputi 20% wanita usia > 60 tahun dan pada wanita jumlahnya 4x lebih banyak dari pada pria. Hal ini disebabkan oleh karena :
– dari awalnya tulang-belulang wanita memang lebih kecil dari pria
– proses demineralisasi pada wanita lebih cepat setelah menopause yaitu sekitar 4% per tahun selama 5 tahun pertama sejak awal menopause, kemudian melambat.
Pada pria menopause terjadi pada usia yang lebih lanjut, ditandai dengan berkurangnya fertilitas oleh karena berkurangnya produksi hormon androgen (testosteron), yang menyebabkan juga terjadinya osteoporosis.
– Olahraga, khususnya Olahraga dengan beban (weight-bearing) penting untuk menghambat proses osteoporosis. Pada SP-SN hal ini analog dengan tingkat Pengendalian Keras.
– Diet : Kebutuhan Ca2+ untuk pencegahan osteoporosis antara 1000-1500 mg / hari. Yang baik untuk dikonsumsi misalnya susu skim, yoghurt dengan kadar lemak rendah. Dalam hal alergi terhadap susu sebaiknya diganti dengan mengkonsumsi tablet Ca2+.

berlanjut ke bagian kelima

Entry filed under: olahraga, sehat. Tags: , , , .

Pembinaan Kesehatan Melalui Olahraga Kesehatan Seni Pernafasan SATRIA NUSANTARA (bag3) Masukan Bagi Penyempurnaan Draft Batang Tubuh Ilmu Pendidikan

3 Komentar Add your own

  • 1. rudy  |  Oktober 21, 2008 pukul 9:41 pm

    artikel kesehatan olahraga ini sangat bagus.. Banyak membantu saya dalam tugas-tugas keolahragaan saya. diharapkan untuk sesering mungkin mempostkan artikel sejenis.

    Balas
  • 2. masdan  |  Maret 30, 2009 pukul 10:53 pm

    makcih anget atasbantuannya sehinggatugas sayaselesai

    Balas
  • 3. darul  |  Oktober 13, 2009 pukul 3:50 pm

    tolong kirim bgian ke lima (5) dan serusnya

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pos-pos Terakhir

Top Clicks

  • Tidak ada

Blog Stats

  • 178,552 hits

Halaman


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: